Everytime I remember what I choosed what I thought the right way and whom I spent my life with, I fully thank God because He is so kind to me that He kept me in His way, He kept me safe eventhough I was with dangerous person.
God really knew how I was and what I wanted to feel and do, so He gave me it. He gave me chance to feel like others, had my own memories of it and learnt precious things from it. And I did. But He never let me fell into wrong way.
Alhamdulillah.
I know God must be fair to all of His creatures. Some things happened to me these days are His provement that I am a strong girl. He is leading me to the next quality life level. Yeah. Life is just like game. We should face the new problem to drive us to the next level, and finally be the winner. All I have to do is, just solve them. I know I can, ‘cause God is with me.
I feel connected, protected
Iit’s like you’re standing right here with me all the time.
You hear me
You’re near me
And everything else is gonna be alright
‘Cause nothing can break this
Nothing can break this
Nothing can break this tie
Connected
-Connected. Catharine Mcphee-
Pernah ngerasa sebegitu nyambung dan kliknya sama seseorang? Yang sepertinya selau punya cerita yang hampir sama dengan cerita kehidupan kita? yang bahkan orang lain bilang you are like twins?
I do.
Dia orang yang aku temuin di tengah lapangan (?) 9 tahun lalu. waktu yang cukup lama, kan?
Memang bener yang dibilang dalam Al-Qur’an (Al-Baqoroh : 216), Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. My first impression about her wasn’t good, really ! Awalnya dia terlihat seperti semacam bocah sok cantik dan sok gaul (padahal sama-sama bocah -,-). Tapi ini yang mungkin dibilang takdir kali ya, entah karena apa dan gimana kronologis awalnya aku malah temenan sama dia. We were in the same class and even we choosed to sit next to other,dan ga butuh waktu lama buat kita untuk menjalani prosesi mistis itu. maybe that’s what people called connected. Setiap obrolan - baik obrolan penting sampe percakapan labil - antara kita berdua selalu aja nyambung. Ntah kenapa aku dan dia juga banyak menyukai hal yang sama, jajanan sewaktu jam istirahat yang sama, kebiasaan yang sama di kelas, level kegaulan yang sama, orang yang sama (ups) bahkan life experiences yang sama. Ya. kayaknya apa yang aku alamin hampir selalu dialamin juga sama dia, tapi dengan pola pikir yang berbeda tentunya. Ini yang bikin aku dan dia selalu klik dalam saling mengajari dan memberi masukan, karena apa yang aku dan dia saling rasain sudah lebih dari sekedar empati, men ! Dia yang notabenenya lebih dewasa secara pola pikir selalu ngejaga aku supaya ngga kelewatchildish, dan aku (dengan brilliantnya!) selalu ngingetin dia buat ngga terlalu stress dengan kedewasaan dia (hahaha).
Meskipun tahun keempat aku dan dia sudah ngga sebangku lagi - bahkan jarang ketemu, tapi bukan berarti cerita kita usai sampai disini. Beda SMA, beda lingkungan dan teman-teman. Kita juga sudah jarang berinteraksi, ngga seekstrim sebelumnya yang tiap hari selama 8 jam duduk bersebelahan. But the connection exists. dia selalu ada buat aku (ceileh), gitu juga sebaliknya. Malah semacam bertambah dekat. Terkadang aku dan dia bisa saling bicara tanpa harus ngomong apa-apa. serius ! She knows what I’m thinking about, and So do I, meskipun ga jarang kita pura-pura saling ga tau dan ga cerita, tapi nanti pada akhirnya toh akan ngaku juga :)
Dan sekarang, tanpa disadari sudah 9 tahun aku jadi partner bocah (yang awalnya kukira) semacam sok cantik dan sok gaul itu. Sembilan tahun yang hanya sekali diselingi berantemnya. Sembilan tahun yang sudah dia habiskan buat ngajarin aku banyak hal. Dia udah ga masuk dalam daftar temen. Dia itu semacam saudara, partner, ahli cenayang dan konsultan pribadi aku.
Dan sekarang - di hari ini, kesembilan kalinya aku ngucapin SELAMAT ULANG TAHUN buat dia :) Terima kasih untuk persahabatan dan persaudaraan yang sudah ditawarkan selama sembilan tahun ini. Semoga bahagia semakin akrab menyapanya. Semoga akan ada ucapan kesepuluh, kesebelas, keduabelas dan seterusnya, tetap dalam keakraban yang seperti ini, tentunya.

Some random things fill my head. The deadline is like running to me sooooo fast. It absolutely makes me running too, trying to finish and fixing these things in the same time. While the deadline and concerned things are on their way to catch me, another - which is unimportant - thing comes and makes me got seriously mental disease. Ah, I know it from the start, I should NEVER try it, I know it’s just a wasting time-heart-and-mind thingy. Actually I want not to feel it, but it’s just happened. And now I’m gonna sick -again- because of this.
I -with my fully consciousness - have rejected it from the first time it came to me. I know that it gonna be useless. I’m too weak to make it follows me, I’m too delicate to pull it behind me. But because of my stupidity I just felt into it, EASILY. And see? the only result that I get is, sick.
i love this song :)